Sabtu, 24 Desember 2011

Dongki yang sok pintar !

Dongki keledai sudah bertahun-tahun bekerja untuk Pak tani. Seminggu sekali Pak tani pergi ke kota untuk menjual hasil kebun dan membeli barang-barang kebutuhannya. Jika dagangannya laku, Pak tani akan mampir kewarung dan makan-makan sambil mengobrol dengan teman2nya. Dalam perjalan pulang, Pak tani biasanya tertidur kecapekan. Donki lah yang harus tahu jalan pulang. Untunglah, karena sudah bertahun-tahun selalu lewat jalan yang sama, dongki menjadi hafal. Bertahun-tahun begitu terus,tak ada kejadian istimewa. Suatu hari dongki berpikir, “Pak tani selalu tertidur. Ia takkan tahu jika aku mengambil jalan lain. Kalau aku menyeberang disini, aku takkan terlalu capek. Lumayan, memintas dua kilometer. Menyeberangi sungai bukan di tempat yang biasa kelihatannya adalah akal yang hebat. Dongki segera menceburkan diri kesungai. Ternyata, bagian sungai di situ dalam sekali. Itulah sebabnya mengapa Pak tani selalu memiliki jalan memutar agak jauh dibagian sungai yang tidak terlalu dalam. Dongki tak putus asa. Dia berusaha berenang ke seberang. Air sungai membasahi muatan gerobak. Untung muatanya garam. Garam larutan dalam air, jadi begitu sampai diseberang, hamper seluruh muatan gerobak sudah larut. Donki senang sekali, karena muatan gerobaknya yang harus ditariknya tinggal sedikit.

Gerobaknya jadi enteng. Sejak itu dongki berniat untuk menyeberangi ditempat itu. Sampai dirumah Pak tani terheran-heran melihat garamnya tinggal sedikit, mautanya pada siapa? Minggu berikutnya, seperti biasa, Pak tani dan dongki pergi kepasar. Dagangan Pak tani laku keras. Seperti biasa pula, ia tidur nyenyak dalam perjalanan pulang. Dongki lah yang harus memilihkan jalan. Merasa dirinya pandai, sekali lagi Dongki menceburkan diri ke sungai. Konyol benar dia, sebab kali itu muatan gerobaknya adalah kapuk. Kapuk menyerap air. Kapuk jadi berat jika basah tapi ringan eperti bulu jika kering. Kasihan Dongki! Gerobak itu berubah jadi berat sekali kapuknya basah. Pak tani mendengar kecipak air takkala Dongki sibuk berenang. Segera dibuangnya beberapa karung kapuk ke tepi sungai. Sampai gerobaknya agak kosong dan dongki kuat menariknya ke seberang. Semua selamat, sejak itu dongki tak berani lagi bertingkah sok pintar!


Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/1733879-dongki-keledai-yang-sok-pintar/#ixzz1hWfIyzLF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar